Author: Jung Hye-Ah and Im Key-Na.
Main Cast:
-
Kim Hyung-Joon (SS501).
-
Oh Ri-Cha (OC).
Other Cast:
-
All Member s Of SS501.
-
All Members Of Shinee.
-
(?)
Genre: Romance, Gak Jelas -,- , Sad, Friendship, Mystery,
Typo(s), and Chapter.
Rate: PG-15.
Length: 1-(?) Chapter.
Disclaim: this is ONLY FICT!! DON’T BASHING MY
STORY IF YOU NOT LIKE THE CAST/MY STORY!!!
Summary: jiwa orang bisa ketuker? o.O beneran gak
sih? Mau tau? Baca aja cerita ini^^
NB: annyeong all^^ author balik lagi dengan FF
request-an dari seorang riders sejati disini^^, gomawoyo udah mau nge-request~.
cerita ini dibuat dengan dibantu oleh C.O author yaitu Im Key-Na!! hehe..
cerita ini penyebabnya hampir mirip kayak Secret Garden :DDD tapi alurnya enggak
kok.. ini murni hasil pikiran Author Hye-ah sama Key-Na^^ jadi jangan ditiru
yo! Kebanyakan cuap2 nih kayaknya author -_-.. oke deh, enjoy the fict all..
xXxXxXx
Author POV
“ ughhh.. akkhh.. ssshhh.. HUWAAAA!!”
“ hosh..hosh..hosh..”
Seorang gadis remaja itu tampak mengatur nafasnya yang sejak
tadi tercekat karena sedang bermimpi buruk. Dia mengerjap-ngerjapkan matanya
sembari tetap mengatur nafasnya yang tampak memburu itu. Setelah beberapa menit
kemudian, gadis itupun mulai tenang. Tapi tak lama kemudian keringat dingin
langsung membasahi keningnya.
Ia kemudian berjongkok di kasurnya. Memikirkan apa yang tadi
ia impikan dengan sedetail-detailnya. Tiba-tiba bibirnya bergetar, rahangnya
sengaja ia gertakan. Entah apa yang terjadi sebenarnya. Tetapi yang pasti ia
sangat ketakutan saat itu.
“ umma.. appa.. kumohon jangan hukum aku”
Bulir-bulir air mengalir perlahan dari kelopak matanya.
gadis itu menangis, menangis di tengah malam yang dingin, sendiri, dalam
ketakutan yang sedang menerjangnya. Ia kembali merenungi kejadian-kejadian di
masa lalunya. Kejadian terburuk yang sudah merenggut seluruh nyawa keluarganya
terkecuali dirinya sendiri.
“ aku tak melakukan apa-apa!!! Aku tak salah umma!! Kumohon
percayalah padaku!!”
Berteriak histeris..
itulah satu-satunya cara penghilang rasa takutnya saat itu.
Ia tak perduli jika orang-orang menganggapnya gila karena berteriak-teriak
sendiri di tengah malam, ia tak perduli jika orang akan berbondong-bondong
menyeretnya ke rumah sakit jiwa saat itu juga, sekarang yang ia perdulikan
adalah bagaimana cara menghilangkan rasa bersalah yang sangat besar dalam
dirinya saat itu.
.
.
“ joon.. kau tidak tidur?”
Pria dengan senyuman manis itu menoleh sebentar kepada
temanya itu lalu beberapa detik kemudian ia kembali berkutat pada computer yang
ada di depanya. Temanya yang bertanyapun hanya bisa menghembuskan nafas kesal
karena pertanyaanya tak ditanggapi oleh pria manis itu.
“ ayolah joon!! Kau tak boleh terus merenungi komputermu
itu!! Kau harus istirahat, ini sudah malam joon”, ucapnya lagi dengan sisa
kesabaran yang mulai habis.
“ uh? Ne.. nanti saja, aku tidak bisa tidur.. aku takut
hyung.. aku takut mimpi aneh itu terulang lagi!”, jawabnya sembari menundukan
kepalanya.
“ mimpi aneh? Kau mimpi apa Hyung-Joon? Ingat kau itu
lelaki!! Masa takut dengan mimpi?”
“ bukan.. ini bukan mimpi biasa hyung! Aku bermimpi di
sebuah tempat yang putih, terdapat satu anak kecil cantik yang sedang bergandengan
tangan dengan ibunya, lalu saat ayahnya datang anak itu terlihat kesal. Lalu mereka
bertiga masuk kedalam mobil, entah mengapa aku juga seperti ikut masuk kedalam
mobilnya, lalu mobil itu berjalan.. di tengah-tengah perjalanan anak kecil itu
sepertinya tidak sengaja menyenggol lengan ayahnya saat ayahnya sedang melihat
ke arah lain.. dan tabrakanpun tak terelakan.. aku juga serasa ikut mengalami
kejadian itu.. anak itu menangis melihat ibunya bersimbah darah dan melihat
ayahnya terpental keluar mobil. Lalu anak itu menatapku penuh harap seperti
ingin meminta tolong dan akupun terbangun dari mimpiku sambil berteriak
‘Mianhae aku tidak bisa!!’..”
“ oohh jadi itu penyebab setiap tengah malam kau selalu
berteriak.. mimpi itu memang aneh, tapi ya sudahlah.. kau lupakan saja mimpi
itu..”, jawab teman prianya itu sambil menepuk pelan punggung pria yang
bercerita tadi. Yang ditepuk punggungnya pun hanya mengangguk kecil.
“ oke, sekarang waktunya kita tidur!! Jumuseo joon^^”
“ ne.. jumuseo *selamat tidur* Hyung”
Author POV end
***
Ri-Cha POV
“ pagi RiCha~ah!”
“ ne.. pagi”
Aku menaikki tangga menuju tempat favouriteku. Beberapa
teman tampak menyapaku, akupun balas menyapanya. Setelah sampai di tempat
tujuan, aku segera merebahkan diri disana.
Tempat yang banyak angin (?) dengan sedikit orang yaitu atap
sekolah. Tempat ini selalu mampu membuatku tenang.” Baby Cha!!”, aku mendengus
kesal begitu mendengar suara khas lelaki yang sangat familiar di otakku
mendekat dengan langkah tergesa-gesa.
“ Baby Cha!! Pagi!!”, ucap laki-laki seumuranku itu lalu
duduk di sebelahku.” Ne, pagi orang gila”, jawabku sekenanya.
Orang yang aku panggil orang gila malah nyengir lebar lalu
menatap langit biru.
“ semakin hari kau semakin suram baby Cha.. ada apa sih
sebenarnya?”
Aku tertegun atas ucapanya barusan, mengapa ia sangat peka
terhadap mood seorang perempuan ya? Aku mengalihkan pandanganku ke arah lain
agar tak gugup jika menjawab pertanyaanya.” Baby Cha? Wae? Mengapa kau tak
menjawabku?”
“ aniyo, aku tak apa-apa.. tenang saja Onyuw”, ujarku lalu
mencubit pipi gembulnya. Ia merengut kesal sambil mengusap-usap pipi yang
kucubit barusan.” Baby Cha aneh!! Oh ya! Besok tolong sampaikan pada
songsaenim, bahwa aku akan ijin untuk perform di inkigayo”, aku mengangguk
pelan lalu tersenyum kecil padanya.
“ kau sibuk sekali ya onyuw sampai jarang sekolah saat
ini..”, kataku pelan,” haishh.. kau rindu ya padaku? Hahahahaha.. jangan gengsi
deh”, balasnya usil. Aku segera mencubit pipinya lagi. Kali ini cubitanya lebih
keras, karena aku kesal dengan tingkah narsisnya -_-
“ aww”, ringisnya sambil mengucap-usap lagi pipi yang
kucubit, aku tertawa terbahak-bahak begitu melihat ekspresi memelasnya.
Benar-benar ekspresi ketika anak bayi sedang ingin menangis XD
Aku menghentikan tawaku seketika, karena melihat Onew sudah
berwajah serius lalu mulai mendekatkan wajahnya ke wajahku, sontak aku menyetop
aksinya dengan memukul dahinya pelan memakai kepalan tanganku.
“ jangan melakukan hal tidak senonoh orang gila.. banyak
riders dibawah umur nih yang baca -_-“ , ucapku dengan penuh penekanan.
“ haishh.. gak masalah!! lagian kamu mikir apa coba tadi?
Aku kan hanya ingin membisikkan sesuatu padamu. Jangan-jangan kau berpikir
bahwa aku—“
“ STOP! Sebentar lagi akan bel, jadi aku kabur dulu ya! Daa
onew!!”, kataku sembari berlari terbirit-birit meninggalkan pria pujaan banyak wanita
itu yang tentunya masih mengerutkan keningnya.
Hufhthh.. lolos, gumamku lega dalam hati.
Ri-Cha POV end
***
Hyung-Joon POV
“ kamsahamnida atas kerjasama..”, ucapku sambil menundukan
setengah badanku.
Beberapa pria setengah baya yang ada di depanku pun ikut
tersenyum dan membungkukan sedikit badan mereka. Lalu manager Yoo menyuruhku
dan yang lainya untuk segera pergi karena ia ingin berbicara empat mata dengan
direktur DSP entertainment. Kamipun
hanya mengangguk lalu berjalan keluar ruangan itu.
“ hufhttt.. akhirnya selesai juga kita berbicara dengan
direktur Lee.. sangat melelahkan bukan?”, Tanya Hyun-Joong hyung sembari
menepiskan peluh di pelipisnya.
“ ah.. ne hyung! Kau benar.. aku bisa mati nervous disana”
“ terlalu berlebihan deh kau Jung-Min -_-“, balas Young-Saeng
datar. “ oh iya, apa kau sudah baikan joon?”, tambahnya pelan. Aku mengangguk
lalu tersenyum padanya.
“ ne, gwenchanayo hyung.. akhir-akhir ini aku sudah baikan kok hyung”, bohongku dengan senyum yang
tetap mengembang di bibir kecilku. Dengan kompak keempat hyung-hyungku ini
mengangguk lalu kembali berjalan keluar gedung DSP entertainment. Dan kamipun
segera pergi ke tempat perform yang sudah direncanakan oleh manager kami.
.
.
.
Pluk-
Eh?
“ apa ini?”, gumamku pelan lalu mengambil gulungan kertas
yang tiba-tiba jatuhdi depan kakiku. Aku membuka gulungan itu, membacanya,
dan..“ bertukar jiwa? Apa maksud gulungan kertas ini? -_-“
Aku mencoba berpikir sejenak..( isi kertas itu seperti
dibawah ini : )
|
Apa yang maksud kertas ini ya? Lagipula disini tidak
tercantum nama pemberinya/pengirimnya.. lalu dari siapa ini? Apa maksudnya?
Gadis kecil? *telmi deh -_-* apa mungkin…
“ DINOSAURUSSS!! KAU DIMANA??”
“ omo, itu orang gak bisa pake panggilanku yang biasa apa?
Mesti ya dinosaurus?”, omelku sendiri sembari berjalan ke arah Kyu-Jong, orang
yang setengah sarap, dan setengah normal itu -_-
Aku diam-diam memasukkan gulungan kertas itu ke sakuku lalu
mulai berjalan lagi ke arah gorilla gila yang masih diam di depan kaca rias. “
ne.. wae mantis?”, tanyaku dingin,” ah? Jangan panggil aku mantis!!” –jeda—“
cukup panggil gorilla saja”, lanjut Kyu-Jong sambil nyengir aneh. Kenapa juga
dia mintanya dipanggil gorilla -_-? Dasar orang sarap.. pantes Hyun-joong hyung
paling ogah kalo ngomong sama nih anak -_-..
“ intinya aja deh! Mau ngomong apa hyung?”
“ mau ngomong masalah mimpi.. Jung-Min sudah menceritakanya
padaku.. kau benar-benar sudah merasa baikan Joon? Perasaanku jadi tidak enak
saat Jung-Min sudah menceritakan semuanya”, ucap Kyu-Jong serius. Aku mencoba
tersenyum tapi yang keluar malah smirk..
“ kau kenapa Joon? Smirkmu itu aneh -_-a”
Aku menggeleng pelan lalu bersiul-siul gak jelas. Sedangkan
Kyu-Jong hyung masih menaikkan salah satu alisnya tapi dia tetap bersikap
cool.. entah kenapa aku merasa ingin memukulnya saat ini -_-
Haahh.. hari ini aneh sekali..
Hyung-Joon POV
***
Author POV
~In The Night On Ri-Cha Bedroom~
“ UGHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”
SRIIINGGG— *efek bunyi cahaya yang lagi terbang/bersinar* (aneh
banget ya =,=)
Brugh- *pingsan*
.
.
~In The Night On SS501 Dorm~
“ AAKKHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”
SRIIINGGG— *efek bunyi cahaya yang lagi terbang/bersinar* (aneh
banget ya =,= )
Brak-*jatuh*
Penjelasan: kedua nyawa tersebut mulai mencari sesuatu untuk
bisa dijadikan tempat berdiam mereka selama
2 minggu 5 hari. Mereka mendapatkan perintah untuk keluar dari tubuh
mereka sebenarnya dan mencari seseorang yang sudah direncanakan untuk mereka. 3
jam kemudian ke-2 nyawa itu pun sampai pada tujuan mereka, langsung saja mereka
masuk ke dalam tubuh tersebut. Dan apa yang akan terjadi esok harinya? (author
juga gak tau =,= #Bletak).
To Be Continued…
Author: Jung Hye-Ah/YellAsfans.
NB: oke.. ntar chap 2 nya dilanjutin oleh author
Im Key-Na.. jadi author Jung-Ah pamit dulu.. gomawo udah mau baca.. inget RCL
*Read,coment,like* yo!!^^ bye..
Special Thanks: buat yang nge-request^^ alias
Ester Septa, Author Key-Na, Jung Seu-Kyu a.k.a Sinta, Jung Hyo-Hwa a.k.a
Avinya, My Friends *terutama temen sd ;_;*, My Family, My Laptop, and all
Riders >,<.

Cepetan dong Chap. 2 nya!!
BalasHapusOiya, Author JungAhh dilarang Cuti!!! Cucian, E-Eh? kasiantu Ester Septa nunggu lama-lama..
hmm.. admin JA nya mau cuti masa sih?
Hapusmin cepetan part 2 dong
BalasHapusmin cepetan part 2 dong
BalasHapus