Cast:
- Song Jin Gi (OC).
- Hwang Min Hyun (Nu’est).
- Aaron Kwak (Nu'est)
Other Cast:
- Member Of Nu’est.
- Member Of After School.
- Lee Hyo Ra (OC).
- Song Joong Ki (Korean Actor).
- (?).
Genre: Romance, Gaje, Typos, Friendship, and Chapter.
Rate: PG 13 (#sebenarnya sih gak tau cara ngerate yang bener,hehe).
Note: annyeong *bow*!!! Author admin baru disini!! Ini FF author yang dikasi sama admin, Soalnya author diharusin nge-post FF sama admin yang punya blog! Walaupun gitu, tetep tinggalin komen ya, DON’T BE A SILENT RIDERS!!! Gomawo, and Happy reading.. J .
***
Jin Gi POV
Jangan bilang, jangan bilang kalau kau mengorbankanku untuk yeoja tak tahu diri itu!.ingin rasanya aku menampar maupun mencakar wajah yeoja itu, tetapi biarlah kusimpan rasa sakit hatiku ini agar image lembut nan indahku di universitasku tak pernah sirna.
Kuhentakkan kakiku sesaat setelah melihat namjachinguku dengan yeoja lain beranjak pergi ke tempat lain. Aku masih diam di tempat dimana aku menghentakkan kakiku itu, mataku berkaca-kaca, badanku menggigil karena udara yang dingin di malam ini.
“ Noona? Jaljinasseo?”
Aku tersentak akibat suara berat yang khas di telingaku. Dengan sedikit rasa penasaran, akupun membalikkan tubuhku ke arah suara berat itu. Dan Bingo!! Mengapa harus namja ini sih tuhan? Dia selalu ada di saat aku menangis, padahal dia sangat tak kuinginkan di saat-saat seperti ini.
“ ehem, kau kedingin noona?”,tanyanya sembari memegang pipi kananku.
Segera kutepiskan tangan namja aneh ini dari pipiku. Bisa-bisa aku keracunan gila plus anehnya nanti. Namja itu sedikit kaget melihat tingkah dinginku yang tak pernah berubah padanya. Tetapi setelah itu namja itu tersenyum lalu melepaskan jaket bulunya dan memakaikanya di tubuhku.
Bau harum khas dari tubuh namja tampan itupun segera mengerayangi tubuhku, itu sudah jelas karena jaket
yang aku pakai sekarang adalah pemberian alias bekas pakai dari namja di aneh yang selalu muncul di saat aku sedang ingin menangis maupun kesal. Anehnya namja ini selalu tersenyum saat kuperlakukan kasar, senyumanya begitu hangat dan sangat tulus. Entah kenapa lama-lama aku menjadi terbiasa akan senyuman manisnya itu.
“ Noona mengapa ada disini? Tidak memakai jaket lagi.. apa noona segitu pabonya sampai tidak tau ramalan cuaca hari ini?”, sindirnya ditemani senyuman nakalnya. Aku yang mendengar godaanya itu, langsung reflek menyikut lenganya dan memberikanya tatapan deathglareku yang paling mematikan. Namja di depanku ini hanya terkekeh pelan sembari menutup matanya memakai tanganya agar tak melihat tatapan deathglareku padanya.
“ huh, enak saja! Kau juga sedang apa disini? sekarang sedang liburan musim dingin, kau masih saja tetap mengikutiku!”, elakku kesal. Ia yang mendengar kata-kataku semakin tertawa menjadi-jadi. Why? I’m wrong?
“ hahahaha.. noona dengar ya, ini hanya kebetulan saja. Lagipula buat apa aku mengikuti noona babbo sepertimu?.
Aku tergelak atas ucapanya. “ MWO?? Enak saja!!! Jangan pernah memanggilku pabbo lagi!! ARRA?”
Jin Gi POV end
-~-~-~-
Min Hyun POV
Aku tertawa lepas saat mendengar ucapan lucunya. Aku selalu bisa tertawa lepas saat di sampingnya, itulah yang membuatku yakin bahwa aku menyukainya. Walaupun ia selalu kasar padaku, aku selalu berusaha membuatnya menghilangkan sikap kasar itu dan mengembangkan sifat manisnya yang hilang saat melihat nappeun namja yang sudah sangat ia percayai itu.
Aku mengharapkan agar ia segera melupakan nappeun namja yang beranu selingkuh di depanya secara langsung atau ‘Live’ itu. Aku mengakui daritadi aku mengikutinya saat aku melihatnya menyebrang dari arah toko buku ke arah mini market yang sedang kusinggahi. Akhir-akhir ini aku merasa dimana ada dia, pasti ada aku, yahh.. tak apa-apalah itu menjadi keberuntungan tersendiri untukku. Tentu saja kesempatan ini kugunakan untuk semakin mendekatinya.
“ MWO?? Enak saja!!! Jangan pernah memanggilku pabbo lagi!! ARRA?”, ujarnya dengan nada setengah berteriak. Segerahlah kujawab teriakanya dengan gelengan cepat dan berkata “ Shireo!! Bwek..” aku menjulurkan lidahku setelah mengucapkan kata-kata itu, takut akan dipukuli olehnya, aku langsung berlari kecil meninggalkan yeoja manis yang sekarang masih membentuk mulutnya dengan huruf ‘o’.
Bercanda sepanjang perjalanan bersamanya itu mengasyikkan. Tertawa, tersenyum, meledek (?), dan memukul kecil (?) itu menurutku hal yang sering terjadi jika aku bersamanya. Akhirnya hal daritadi kutunggu-tunggupun mucul, senyuman manisnya, dan tawa indahnya terekam jelas di memori otakku. Serasa sangat bahagia jika hanya melihat hal itu darinya.
“ kau tidak dingin Min Hyun-ah?”, tanyanya setelah melihatku sedikit menggigil di tengah-tengah perjalanan pulangnya. Aku kaget, ternyata ia mengkhawatirkanku juga.. hihihihi *evil smile*, “hmm..ne, tapi tak apa-apa Jin Gi noona.. aku ini namja, bukan yeoja”, kataku manis. Jin Gi hanya tersenyum mendengar kata-kataku, senyumanya lain saat pertama kali aku berkenalan denganya lewat nappeun namja bekas sahabatku itu.
Sejak aku bertemu denganya aku sudah merasa ada gejolak di dalam hatiku saat melihatnya tersenyum, sahabatku yang adalah namjachingunya memperkenalkanya padaku. Aku tau tak seharusnya aku menyukai kekasih sahabat sendiri, tetapi tuhan berkata lain, Tuhan ingin aku menjaganya dan menggantikan posisi sahabat nappeunku untuk menjadi pendampingnya.
Sebenarnya kejadian itu sudah sangat lama, kejadian dimana aku memergoki sahabatku jalan dengan yeoja lain. Padahal waktu itu ia masih berpacaran dengan Jin Gi-ah, saat itu aku geram, tak dapat menahan emosiku yang mengetahui bahwa sahabatku bisa mempermainkan yeoja seenaknya. Akibat emosiku yang melonjak-lonjak, akupun mendekatinya dan memukul pipinya saat aku sudah ada di depan matanya. Suasana mall yang menjadi TKP itu menjadi amburadul akibat kelakuanku di tempat umum itu. Esoknya saat ia kembali ke dorm, akupun segera memukulnya habis-habisan, JongHyun hyung yang melihat kami saling menghajar itupun melerai kami dengan mendatangkan manager kami yang sangat galak itu. Setelah kejadian itu, aku tak pernah berbicara lagi denganya, terkecuali kalau aku sedang perform di panggung.
Aku melakukan hal itu, hanya untuk seorang ‘Song Jin Gi’. Sampai sekarang ia masih belum mengetahui perasaanku? Apakah kalian tau sudah berapa lama aku memendam perasaanku terhadapnya? Sejak umurku masih 17 tahun aku sudah menyukai seorang yeoja yang berumur 18 tahun setara dengan nappeun namja yang tidak ingin kusebut namanya itu. Huhhh.. sekarang umurku sudah 20 tahun, tetapi tetap saja Jin Gi-ah tak tau perasaanku, tak membalasnya maupun mengobatinya.
“ ehem, Min Hyun-ah, kau sakit? Lebih baik kita ke mall dulu atau ke butik membelikan jaket tebal untukmu..”
Aku terdiam sesaat, dan menoleh ke arahnya.
“ tak perlu Jin Gi noona.. kau harus segera pulang lalu kau kembalikan jaketku, gampang bukan?”, balasku halus.
“ hhmm.. ne, mianhae jika aku selalu merepotkanmu”, ujarnya setengah terisak dan menunduk dalam-dalam.
“ gwenchana, aku senang bisa membantumu noona”, ucapku sopan. Ia masih terisak dengan menutupi matanya memakai jaket buluku. Aku bingung, bagaimana caranya agar ia tak menangis, padahal tadi sudah kubilang tak apa-apa.
Perlahan tangisnyapun reda. Sepertinya tangisanya mereda karena melihatku yang semakin mengiggil akibat udara yang semakin tak mendukung untuk mengantarnya pulang. Dengan sigap ia menarikku dan berlari sekencang-kencangnya. Aku terkaget dan hanya melihati tubuh kecilnya yang mampu menyeretku masuk ke sebuah butik jaket. Ia memilih-milih jaket yang bagus untukku, dan mengepaskanya di badanku. Setelah mendapat yang cocok, dia malah membayar jaket itu. Apa aku segitu terlihat tak punya uang sehingga ia membayariku jaket? Molla..
“ pakailah Min Hyun-ah!! ppaliwa!! ini sudah malam..”
Aku mengangguk pelan dan segera memakai jaket bulu itu. Huh.. mengapa aku selalu terlihat lemah di depanya? Arrghhh!!
Min Hyun POV end
~-~-~
Author POV
~~Tomorrow~~
Yeoja yang bernama Song Jin Gi itu hanya berlari-berlari dan terus berlari menyadari bahwa dirinya telat dalam pelajaran kuliah 1. Akibat kemarin malam berjalan-jalan dengan teman dekatnya, ia menjadi telat bangun dan sangat mengantuk.
Tak disadari di saat ia berbelok di tikungan trotoar, ia tak melihat seorang namja nampak tergesa-gesa juga sama seperti Jin Gi. Dan tabrakanpun tak dapat dihindari..
BRAKKK—
Jin Gi mengusap-usa kepalanya yang terbentur dengan kepala namja yang ditabraknya. Sedangkan namja yang ditabraknya mengusap-usap kepala serta lututnya yang terkena trotoar saat tertabrak. Orang-orang disekitar mereka hanya tertawa cekikikan atas ulah ceroboh mereka berdua. Sontak Jin Gi mengeluarkan semburat merah dari pipi manisnya.
“ hmm.. Mianhae, tadi aku tergesa-gesa dan tak melihatmu”, ucap namja tersebut sembari berdiri dan mengulurkan tangan pada Jin Gi. Jin Gipun menerimanya dan ikut bangun.
“ eh.. Gwenchana, aku juga tadi ceroboh”, ujar Jin Gi jujur.
“ hmm, sekali lagi Mian! Aku pergi duluan ya.. daa”, Jin Gipun berlari lagi tetapi tak sekencang sebelum ia tertabrak tadi. Ia sedikit mengusap kepalanya yang masih berdenyut sembari terus berlari, dan akhirnya sampai juga di universitas JiJung. Sayangnya dewi fortuna hari ini tak menghampirinya dan akhirnya Jin Gipun ‘terlambat’ lagi untuk kesekian kalinya.
Dengan langkah gontai Jin Gi berjalan menuju taman dekat universitasnya dan menenangkan dirinya disana.
“ PABO!! Hari ini benar-benar pabo kamu Jin Gi!!”, bentaknya kepada diri sendiri. Setelah kata-kata itu terucap, suasana menjadi hening. Ia kembali berpikir akan masalah yang kemarin, timbul berjuta-juta pertanyaan di benaknya saat memikirkan tentang masalah kemarin. Apa yang harus dilakukanya sekarang?
Suasana hening berubah menjadi ramai saat Jin Gi memukul kepalanya sendiri sembari berkata “PABO!!PABO!!”
Tangan Jin Gi yang semakin keras memukul kepalanya itu ditahan oleh kedua tangan kekar seorang namja. Bisa ditebak dengan mudah, seorang namja yang sering ada disaat dia sedih dan akan menangis, Hwang Min Hyun itulah namja tersebut. Jin Gi tergelak dan menatap Min Hyun dengan tatapan dalam.
“ hei, bisakah kau tak menyakiti dirimu sendiri noona? Baru telat seperti itu saja sudah memukul kepala sendiri”, ucap Min Hyun santai. “ mwo? Apa urusanya denganmu ‘ANAK KECIL’ ?”
Jelas saja Min Hyun langsung meloto tragis pada Jin Gi. Jin Gi segera menutup mulutnya dan mengutuki dirinya sendiri atas ucapanya pada Min Hyun. Akan diapakan ya nanti aku? Huaaa.. kau benar-benar pabo Song Jin Gi!! >< , batin Jin Gi frustasi.
“ ehem, apa yang kau bilang noona? Aku memang masih kecil.. tapi jiwaku sudah besar dan tidak akan mudah ‘MENANGIS’ sepertimu”, balas Min Hyun sedikit marah dengan sedikit urat di pelipisnya.
“ MWO? Apa yang kau bilang? Ulangi sekali lagi!!”
“ NOONA CENGENG!! Bwekk..”, ulang Min Hyun jahil.
Seperti biasa, merekapun berlari-larian ditaman itu, layaknya 2 orang yang masa kecilnya kurang bahagia. Beberapa menit kemudian mereka berhenti berlari-larian dan terduduk lesu di rumput basah.
“ Noona yang cengeng, apa kau tidak capek ? hosh..”
“ sampai kapan kau akan memanggilku seperti itu anak kecil? hosh, hosh..”, kata Jin Gi tak terima.
“ sampai kau menerimaku menjadi namjachingumu”
Sontak Jin Gi terkaget dan melebarkan matanya, kemudian mengkerutkan dahinya. Min Hyun hanya tersenyum lalu menatap langit dan tak menghiraukan Jin Gi yang masih menatapnya aneh.
Dunia memang berputar dengan sangat cepat, sampai-sampai Min Hyun yang dulu tak berani mengucapkan perasaaanya pada Jin Gi berubah menjadi berani bahkan mengucapkanya disaat Jin Gi kesal terhadapnya. Apa Min Hyun tak takut jika ia ditolak maupun dijauhi oleh Jin Gi? Sepertinya tidak akan.
“ wae? Ada yang salah denganku Song Jin Gi noona?”, Jin Gi menggeleng cepat lalu melihatnya lagi dengan tatapan yang sama anehnya seperti tadi.
“ huffh.. apa kau sudah putus dengan namjachingumu noona?”, Jin Gi terdiam lalu mengalihkan pandanganya kearah yang lain. Min Hyun mengetahui semua jawaban Jin Gi dari sikapnya, contohnya saat ini, ia mengalihkan pandanganya dari Min Hyun itu berarti ia belum putus dengan namjachingunya.
“ jebal, tolong jawab aku noona”
“ belum, jadi selama ini..”
“ ne, selama ini aku menyukaimu.. tak bolehkah itu noona? Kau hanya berbeda 1 tahun dariku bukan?”, potong Min Hyun.
“ hmm.. terserahmu saja”
~~{Chap.1 end}~~
Author: KeyNa Asshila (Admin Baru).
A
l
-

penataanya kok ancur shila? beneran ya!^^
BalasHapusAdmin Yell.
benerin kan maksudnya admin?
Hapusmian min, aku gak bisa.. maklum admin dadakan? (?)
mian banget riders.. ngecewain banget ya admin baru?
Admin KeyNa
ya udah deh gak apa, lain kali jangan sampe salah! keep writing^^
Hapusadmin Yell
Admin KeyNa...
HapusMau enggak bantuin bikin FF?
FFnya bagus juga... tapi penataannya berantakan...
BalasHapusOh ya... yang buat ini Admin Baru ya?
gomawo udah mau baca FF author yang berantakan.. #nangis guling2..
Hapusiya nih! admin dadakan! baca terus ya! sekali lagi GOMAWO!!
yup!^^
BalasHapussalam kenal! hehe.. disini sedikit yang ngebaca ya? ntar coba ku promosiin deh admin yell!! tenang aja!><
Admin KeyNa